KembaliKepemimpinan

Amira Ganis Prioritaskan Empati kepada Pasien

Oleh: Media Indonesia · 2024-09-10

Amira Ganis Prioritaskan Empati kepada Pasien

Di pusat pendekatan Amira Ganis dalam memimpin Brawijaya Healthcare adalah prinsip yang ia anggap tidak bisa ditawar: empati. Bagi Amira, empati bukan pelengkap lunak dari kompetensi klinis—ini adalah persyaratan mendasar untuk memberikan layanan kesehatan yang benar-benar melayani manusia.

Ia mengamati sepanjang kariernya bahwa momen-momen ketika pasien merasa paling rentan adalah justru saat sebagian besar interaksi layanan kesehatan terasa paling transaksional. Diagnosis yang disampaikan tanpa penjelasan, pengobatan yang dimulai tanpa diskusi, pemulangan yang diproses tanpa memperhatikan kecemasan pasien—inilah momen-momen yang mengikis kepercayaan dan membuat pasien merasa tidak terlihat. Brawijaya Healthcare berupaya melatih stafnya untuk mengenali dan merespons momen-momen ini secara berbeda.

Ini berarti klinisi yang meluangkan waktu untuk menjelaskan bukan hanya apa yang terjadi secara medis, tetapi mengapa hal itu penting dan apa yang harus diharapkan. Ini berarti staf administratif yang menyambut pasien dengan kehangatan dan mengingat bahwa di balik setiap formulir pendaftaran ada seseorang yang khawatir, penuh harapan, atau kesakitan. Ini berarti merancang proses institusional di sekitar pengalaman pasien daripada kenyamanan operasional.

Bagi Amira, dampak jangka panjang dari pendekatan ini dapat diukur. Institusi yang memimpin dengan empati membangun loyalitas pasien yang bertahan melampaui kampanye pemasaran manapun. Mereka menarik dokter yang menghargai bekerja di lingkungan yang menghormati baik pasien maupun praktisi. Dan mereka berkontribusi pada budaya layanan kesehatan yang, seiring waktu, meningkatkan hasil—tidak hanya bagi pasien individual, tetapi bagi komunitas dan generasi yang bergantung pada mereka.