KembaliKesehatan

Begini Cara Brawijaya Hospital Bangun Kepercayaan Pasien

Oleh: Khoirul Anam · 2024-11-20

Begini Cara Brawijaya Hospital Bangun Kepercayaan Pasien

Dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Amira Ganis—Presiden Direktur Brawijaya Healthcare—membahas salah satu tantangan paling mendasar dalam sistem kesehatan Indonesia: membangun kepercayaan sejati antara pasien dan penyedia layanan. Ia berargumen bahwa kepercayaan tidak bisa diasumsikan begitu saja; kepercayaan harus secara aktif dibangun melalui transparansi, komunikasi, dan mengutamakan kepentingan pasien di atas segalanya.

Ia mengamati bahwa banyak penyedia layanan kesehatan terlalu fokus pada gejala klinis sambil mengabaikan dimensi emosional dari pengalaman pasien. Pasien sering merasa bingung tentang diagnosis mereka, tidak yakin tentang jadwal pengobatan, dan terkecualikan dari keputusan tentang kesehatan mereka sendiri. Brawijaya Hospital telah berupaya mengubah ini dengan menerapkan model yang secara aktif melibatkan pasien dalam perjalanan perawatan mereka.

Pendekatan ini mencerminkan praktik terbaik internasional, di mana pasien menerima penjelasan yang jelas tentang gejala, diagnosis, pilihan pengobatan, dan perkiraan waktu. "Ketika pasien memahami apa yang terjadi pada tubuh mereka dan mengapa keputusan tertentu dibuat, mereka menjadi mitra dalam pemulihan mereka sendiri," jelas Amira. Pergeseran dari model paternalistik ke model kolaboratif ini, ia yakini, adalah inti dari membangun hubungan dokter-pasien yang berkelanjutan.

Hasilnya bukan hanya kepuasan pasien yang lebih tinggi tetapi juga hasil kesehatan yang lebih baik secara terukur. Ketika orang mempercayai penyedia layanan mereka, mereka lebih cenderung mengikuti rencana pengobatan, kembali untuk perawatan lanjutan, dan merekomendasikan rumah sakit kepada keluarga dan teman—menciptakan siklus kepercayaan yang berkelanjutan bagi institusi dalam jangka panjang.